Showing posts with label Penelitian Tindakan Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Penelitian Tindakan Sekolah. Show all posts

Tuesday, June 3, 2008

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU BIOLOGI DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS PADA SMA BINAAN DI KABUPATEN KUDUS

Dra. Hj. Sutarsih, M.Ed.
Pengawas SMA Kab. Kudus

ABSTRAK : Kemampuan Guru Biologi dalam pengelolaan pembelajaran di SMA Kabupaten Kudus masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman guru terhadap lima tugas pokok guru, kinerja guru rendah karena merasa tidak dikontrol dan diawasi oleh kepala sekolah, kemampuan untuk mengaplikasikan RP / RPP di kelas tidak sebanding dengan RP / RPP yang tertulis. Akhirnya, berdampak pada hasil Ujian Nasional dan Ujian Sekolah di bawah standard kriteria kelulusan. Oleh karena itu, perlu diadakan supervisi kunjungan kelas oleh supervisor agar kemampuan pengelolaan pembelajaran guru biologi di SMA Kabupaten Kudus meningkat. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran biologi, 2) Untuk mengetahui bentuk-bentuk supervisi kunjungan kelas oleh supervisor terhadap kemampuan guru dan prestasi siswa dalam pengelolaan pembelajaran biologi. Subjek penelitian adalah guru-guru mata pelajaran biologi. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan sekolah dengan dua siklus. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru biologi dalam pengelolaan pembelajaran dan prestasi sekolah setelah mengikuti pembinaan oleh supervisor. Kualitatif untuk mengetahui perubahan perilaku guru setelah mengikuti pembinaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata observasi kunjungan kelas pada siklus I = 69,29 meningkat 81,86 pada siklus II, rata-rata hasil post tes siswa pada siklus I = 69,16 menjadi 76,10 pada siklus II, data ketuntasan siswa pada siklus I dari 262 siswa; 184 siswa (70,2%) telah memenuhi KKM, 74 siswa (29,8%) belum penuhi KKM, sedang pada siklus II dari 262 siswa, 247 (94,3%) = telah memenuhi KKM, 15 siswa (5,7%) belum memenuhi KKM. Selain peningkatan kemampuan pengelolaan pembelajaran, juga diikuti perubahan sikap guru baik dari aspek perencanaan maupun pelaksanaan pengelolaan pembelajaran.

Kata Kunci :
Kemampuan guru, supervisi kunjungan kelas

Thursday, May 15, 2008

UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN KOLABORATIF TERHADAP GURU MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SMA NEGERI SUB RAY

Drs. Sudibyo AP, M.Pd. & Prof. Dr. Astini.

ABSTRAK : Penelitian ini bertolak dari rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas (SMA, khususnya SMA Negeri Sub Rayon 04 Kota Semarang). Hal ini terjadi karena peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar yang terlihat dari hasil-hasil tes, padahal mata pelajaran ekonomi merupakan pelajaran utama pada jurusan IPS. Faktor-faktor penyebabnya di antaranya adalah dalam proses pembelajaran sebagian peserta didik kurang memiliki motivasi belajar atau daya serap peserta didik rendah. Di samping itu banyak peserta didik yang tidak mengerti apa yang disampaikan oleh guru yang disebabkan guru kurang dapat mengelola pembelajaran dan rendahnya kinerja guru. Tujuan penelitian ini adalah terjadinya peningkatan kinerja guru yang akan berimplikasi pada terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi. Metode penelitian ini adalah dengan penelitian tindakan (action research) yang dilaksanakan dengan dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian tindakan di atas dapat disimpulkan: (1) Supervisi individual dengan pendekatan kolaboratif memberikan pengaruh terhadap peningkatan kinerja guru ekonomi SMA pada Sub Rayon 04 Kota Semarang baik komponen perencanaan pembelajaran mapun komponen pelaksanaan pembelajaran, dan (2) peningkatan kinerja guru tersebut berdampak pada peningkatan hasil belajar ekonomi peserta didik SMA Negeri pada Sub Rayon 04 Kota Semarang. Selanjutnya peneliti merekomendasikan: (1) Supervisi individual dengan pendekatan kolaboratif dapat dilakukan oleh pengawas terhadap guru mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, sampaidengan evaluasi hasil belajar, khususnya guru ekonomi; (2) Dalam pembelajaran guru perlu diarahkan untuk mempersiapkan media dan sumber belajar dengan baik sehingga mudah untuk melaksanakan proses pembelajaran dan daya serap peserta didik menjadi lebih tinggi; (3) Sekolah diharapkan membantu pendanaan dan pembiayaan pembuatan media dan sumber belajar agar kesulitan-kesulitan guru dalam mempersiapkan media dan sumber belajar yang lebih optimal dapat diatasi.

Kata kunci: supervisi individual kolaboratif, peningkatan, kinerja guru.